s h h Nude c Nude Nude

Gymnastic Nude

Gymnasticnudeclass

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Nude ININGITIS_dentist in_dentist in dr dentist cosmetic dentist dentist nhs pediatric dentist emergency l dentist dentist london

mik, kemerahan, panas, k fit kering,berkeringat. 4. Tanda Vital : Nadi lambat Nude sehinggapntra kranial meningkatdan Tekanan Darah meningkat. 5. Tingkat kesadarand: Mula-mula sadar kemudian delirium dan akhirnya Koma. 6. Persarafan : Perubahan refleks. Tidak adanyax refleks dinding abdomen, tidak adanya refleks kremasterik paday laki-laki, gangguan refleksg tendon. Kaku kuduk.a Tanda Brudzinski positif, tanda Kernig positif. tUbun-ubun besar menonjol (bayi). 7. Cairan & Elektrolit : Turgor kulit jelek, berkurangnya output urin. 8. Muskuloskeletal : Meningokoksemia kronik : bengkak dan nyeri pa da sendi-sendi besar (khususnya lutut dan pergela ngan kaki). 9. Kulit : Meningokoksemia : ptekia dan lesipurpura yang didahului oleh ruam. Pada penyakit yang berat dapat ditemukan ekimosis yang besar pada wajah dan ekstremitas. Diagnosa yang muncul : Infeksi sehubungan dengan adanya kuman patogen pada cairan serebrospinal dan sekret saluran pernapasan. Perubahan perfusi jaringan otak sehubungan dengan peradangan dan edema pada otak dan selaput otak. Ketidak efektipan pola pernapasan sehubungan dengan perubahan tingkat kesadaran. Gangguan perfusi jaringan perifer sehubungan dengan infeksi meningokokus. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas sehubungan dengan perubahan tingkat kesadaran. Nyeri sehubungan dengan peradangan pada selaput otak dan jaringan otak. Hipertemia sehubungan dengan infeksi. Potensial defisit cairan sehubungan dengan muntah dan demam. Potensial berlebihannya volume cairan sehubungan dengan sekresi ADH berlebihan. Takut sehubungan dengan parahnya kondisi. Kurangnya perawatan diri sendiri sehubungan dengan perubahan susunan saraf pusat. Diagnosa dan Perencanaan Keperawatan yang dibahas : 1. Infeksi sehubungan dengan adanya kuman patogen pada cairan serebrospinal dan sekret saluran pernapasan. Data penunjang : · Laboratorium positif adanya kuman penyebab · Adanya eksudat saluran napas atas · Riwayat infeksi saluran napas atau terpapar baru-baru ini dengan pasien rinitis atau meningitis · Riwayat infeksi virus sistemik · Riwayat memakai obat-obatan imunosupresif Tujuan : · Pasien bebas dari infeksi · Komplikasi-komplikasi meningitis bakterial dapat dicegah dengan terapi. dini dan efektif Intervensi : § Gunakan isolasi pernapasan selama 24 jam setelah permulaan terapi anti biotoka untuk meningitis bakterial · Gunakan pelindung sekret selama dirawat karena meningitis · Anjurkan orang-orang yang kontak dengan pasien diperiksa dan diobati · Bantu kumpulkan CSS. Catat jumlah dan karakterisik CSS. Beri antibiotika sesegera mungkin sesuai instrusi. Rasionalisasi : § Terapi dini antibiotika penting untuk mencegah komplikasi-komplikasi meningitis bakterial · Setiap jam itu penting · Mencegah penularan selama waktu penularan yang tinggi · Mencegah penularan kuman dan mengurangi resiko infeksi dari orang-orang yang kontak dengan pasien · Sebagai diagnosa laboratorium untuk kuman penyebab dan mencegah penularan Evaluasi : 1. Pasien terbebas dari infeksi dan komplikasi meningitis · Laboratorium CSS : < 30 sel/mm , glukosa dan protein normal, tekanan normal, dan kultur negatif. · Refleks pupil normal, kaku kuduk negatif, refleks abdominal negatif · Kesadaran penuh, orentasi baik, dan memori baik. 2. Infeksi tidak menular keorang-orang yang pernah kontak dengan pasien § Perawat/ tenaga medis rumah sakit dan kontak pasien bebas dari infeksi 2. Perubahan perfusi jaringan otak sehubungan dengan peradangan dan edema pada otak dan otak meninges. Data penunjang : · Malaise, pusing, nausea, muntah, iritabilitas, kejang, kesadaran menurun bingung, delirium, koma. · Perubahan refleks-refleks, tanda-tanda neurologik, fokal pada meningitis, tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial ( bradikardi, tekanan darah meningkat ), nyeri kepala hebat. Tujuan : · Pasien dapat memperlihatkan perfusi jaringan memadai. Intervensi : · Monitor pasien dengan ketat terutama setelah pungsi lumbal. Anjurkan pasien berbaring minimal 4 - 6 jam setelah pungsi lumbal. · Monitor tanda-tanda peningkatan tekanan inrtakranial selama perjalanan penyakit ( nadi lambat, tensi meningkat, kesadaran menurun, napas aritmik, refleks pupil menurun, kelemahan ). · Monitor tanda-tanda vital dan neurologik tiap 5 - 30 menit. Mengenai tekanan intrakranial catat laporkan segera perubahan-perubahannya kedokter. · Hindari posisi tungkai ditekuk atau gerakan-gerakan pasien, anjurkan untuk bedrest. · Tinggikan sedikit kepala pasien dengan hati-hati cegah gerakan yang tiba-tiba dan tidak perlu dari kepala dan leher hindari fleksi leher. · Bantu seluruh aktivitas dan gerakan-gerakan pasien. Beri petunjuk untuk BAB ( jangan enema ). Anjurkan pasien untuk menghembuskan napas dalam bila miring dan bergerak ditempat tidur. Cegah posisi fleksi pada dan lutut. · Waktu prosedur-prosedur perawatan disesuaikan / diatur tepat waktu dengan preode relaksasi / sedasi ; hindari rangsangan lingkungan yang tidak perlu. · Beri penjelasan kepada pasien yang bingung ; artikan / jelaskan lingkungan kepasien dan reorientasikan pasien yang bingung. · Evaluasi selama masa penyembuhan terhadap gangguan motorik, sensorik dan intelektual. · Beri zat hipertonik / steroid sesuai dengan instruksi. Rasionalisasi · Untuk mencegah nyeri kepala yang menyertai perubahan tekanan intrakranial · Untuk mendeteksi tanda-tanda syok, yang harus dilaporkan kedokter untuk intervensi dini. · Perubahan-perubahan ini menandakan ada perubahan tekanan intrakranial dan penting untuk intervensi dini. · Untuk mencegah peningkatan tekanan intrakranial. · Untuk mengurangi tekanan intrakranial. · Untuk mencegah keregangan otot yang dapat menimbulkan peningkatan tekanan intrakranial. · Untuk mencegah eksitasi yang merangsang otak yang sudah iritasi dan dapat menimbulkan kejang. · Untuk mengurangi disorientasi dan untuk klarifikasi persepsi sensoris yang terganggu. · Untuk merujuk ke rehabilitasi. · Untuk menurunkan tekanan intrakranial. Evaluasi : Perfusi jaringan dan oksigenasi baik · Tanda-tanda vital dalam batas normal · Syok dapat dihindari. · Purpura negatif, ptekia negatif. · Pasien sadar, disorentasi negatif, konsentrasi baik. · Afek sesuai dengan rangsangan lingkungan.

Add Favorite Close

0 Vote
Tags: oral health


Comment
Name: Home:
hASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Nude ININGITIS_dentist in_dentist in dr dentist cosmetic dentist dentist nhs pediatric dentist emergency l dentist dentist london i m z z Gymnastic i i Nude Nude yASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Nude ININGITIS_dentist in_dentist in dr dentist cosmetic dentist dentist nhs pediatric dentist emergency l dentist dentist london n s e e Nude x Gymnastic Gymnastic